Teknologi Hidrotermal, Solusi Sampah Perkotaan

Metro TV, 13 Maret 2016, Jam 21:00 @Wonderful Living bersama Dr. Eng. Bayu Indrawan, Nugie (Musisi & Duta Lingkungan Hidup) dan team Summarecon Serpong.

Pengolahan Sampah Perkotaan dengan Teknologi Hidrotermal Pertama di Indonesia

Pengolahan sampah di Indonesia merupakan masalah yang tak kunjung selesai bahkan negara-negara maju sekalipun. Manajemen pemilahan yang buruk menjadikan sampah di Indonesia menjadi semakin sulit untuk dicarikan solusi pengolahan yang efisien dan ramah lingkungan. Seiring perkembangan teknologi dan zaman, pandangan tentang sampah mulai berubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi yang cukup menjanjikan seperti dijadikan bahan bakar ataupun pupuk. Masalah baru timbul saat pengolahan sampah menjadi pupuk ataupun bahan bakar ini memiliki indikasi yang dapat merusak lingkungan, dan perlu adanya solusi dalam pembentukan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Seperti yang kita ketahui, bahan bakar fosil seperti bensin ataupun batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Kebutuhan dunia akan bahan bakar akan terus meningkat sedangkan persediaan yang ada dialam semakin menipis.

Sebagai pengembang yang sangat concern terhadap lingkungan, saat ini Summarecon Serpong telah memiliki fasilitas pengolahan sampah ramah lingkungan yang merupakan implementasi teknologi hidrotermal pertama di Indonesia untuk skala komersial. Teknologi ini pertama kali dikembangkan dan diimplementasikan secara komersial di Indonesia oleh Dr. Eng. Bayu Indrawan, doktor muda Indonesia lulusan Jepang, peneliti dan ahli di bidang pengolahan sampah dan energi terbarukan.

Pada dasarnya pengolahan sampah dengan teknologi hidrotermal ini menggunakan temperatur tertentu dengan tekanan yang tinggi. Dengan menggunakan boiler/mesin uap akan dihasilkan uap bertekanan tinggi dengan temperatur yang cukup tinggi sehingga pengolahan hidrotermal dapat dilakukan. Pengolahan secara hidrotermal cocok di lakukan pada kondisi sampah yang tercampur seperti di Indonesia pada umumnya yang belum secara efektif menerapkan pemilahan sampah secara baik dan benar. Sampah basah maupun kering dapat disatukan dalam prosesnya tanpa menurunkan efektifitas kinerja dari alat ini sendiri.

Ketika sampah tercampur masuk kedalam sistem, diawal proses akan ada pemilahan untuk sampah yang tidak terbakar, seperti kaca dan besi. Hal ini dilakukan karena akan mempengaruhi kualitas produk yang akan dihasilkan setelah proses. Di dalam reaktor hidrotermal, terjadi proses penghancuran dan pemampatan sampah dengan tekanan uap panas yang dihasilkan oleh boiler / mesin ketel uap (suhu diatas 200degC dan tekanan diatas 20 bar).

Produk yang dihasilkan setelah proses di dalam reaktor hidrotermal selama kurang lebih 30 menit, berupa padatan hitam yang apabila setelah dikeringkan memiliki nilai kalori hampir serupa dengan batubara. Secara sederhananya, proses hidrotermal mempersingkat waktu pembentukan batu bara yang pada umumnya ribuan tahun secara natural, dengan bantuan panas dan tekanan tinggi akan menjadikannya hanya dalam waktu yang singkat.

Pengolahan sampah menjadi bahan bakan akan menjadi solusi yang sangat menjanjikan untuk membantu menghasilkan energi untuk kehidupan yang berkelanjutan tanpa mengindahkan keramahan lingkungannya. Hidrotermal sebagai alternatif teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi memiliki keunggulan dalam penggunaan bahan baku sampah tercampur tanpa pemilahan yang mana sangat cocok dengan jenis sampah yang ada di Indonesia.

Semesta Hijau Bentuk Volunteer Peduli Lingkungan

Semesta hijau sebagai jejaring Dompet Dhuafa yang fokus pada lingkungan, tergerak untuk membentuk Volunteer guna mengatasi masalah sampah yang menjadi momok menyeramkan bagi masyarakat bogor di sekitar TPA Galuga. Anindya Rizki, Usnul Fiqri, Lina Aminah, Fajar Firmansyah dan Riantiarno Sutopo. 5 volunteer ini mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan Plastic To Oil secara intens dari Bapak Bayu Indrawan yang pernah menjabat sebagai Direktur Dompet Dhuafa Jepang.

Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 3-5 Februari 2015, Hari pertama dimulai dengan sesi materi yang langsung di berikan oleh Bapak Bayu dengan menjelaskan konsep kerja dan material apa saja yang bisa di ubah menjadi BBM. Sesi berikutnya dilanjutkan dengan praktek mengubah sampah plastik menjadi BBM yang dinamai dengan proses Pyrolysis yakni pembakaran atau gasifikasi tanpa oksigen. Hari kedua masih melakukan praktek mengubah sampah plastik menjadi BBM, Volunteer diberi kesempatan untuk terjun langsung mengoperasikan alat tersebut dari langkah pemasukkan sampah ke dalam reaktor hingga melihat bahan bakar yang dihasilkan dari sampah plastik tersebut yang semua ini dilakukan di Laboratorium tepatnya di BSD.

Hari terakhir pelatihan dilakukan di TPA Galuga Bogor, dengan langsung melihat lokasi yang akan di jadikan pusat pengolahan sampah plastik menjadi BBM, bersosialisasi dengan masyarakat hingga mengunjungi TPA Galuga yang menjadi fokus utama dari kegiatan ini.

Setiap orang selalu menghasilkan sampah setiap hari, namun hanya sedikit orang yang mau mengolah sampah tesebut, akhirnya sampah menggunung dan menjadi perusak estetika lingkungan. Dengan program Plastic To Oil yang di gagas oleh Semesta Hijau melalui volunteer yang dibentuknya, di harapkan mampu memberikan nilai tambah untuk sampah plastik yang selama ini di anggap bernilai rendah bahkan  tidak bernilai. (ff)

sumber: http://volunteer.dompetdhuafa.org/index.php/articles/view/125

Dompet Dhuafa Gagas Program Sampah Jadi Bahan Bakar

Metrotvnews.com, Jakarta: Dompet Dhuafa menggagas program Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar dalam ulang tahunnya yang ke-21. Program tersebut berupaya memanfaatkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan untuk mengubah sampah plastik menjadi minyak cair.

GM Fundraising Dompet Dhuafa Urip Budiarto menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengolahan sampah plastik akan dilaksanakan di TPA Galuga, Bogor, dan dimulai pada Oktober mendatang.

Pihaknya berencana menggandeng 300 pemulung dan 30 pengepul sampah plastik di wilayah tersebut untuk menyediakan sampah plastik sebagai bahan baku produksi bahan bakar cair itu.

“Kami sudah membeli lahan untuk pabrik tidak jauh dari situ. Teknologi yang digunakan juga tidak akan mengeluarkan polusi sehingga ramah lingkungan. Kami yakin masyarakat tidak akan menolak program ini,” ujar Urip kepada Media Indonesia saat ditemui di acara “Ramadan Berbagi Bersama The Body Shop” di Jakarta.

Program tersebut bekerjasama dengan Center of Waste Management Indonesia (CWMI) terkait penerapan teknologi pengolahannya. Pendiri CWMI Bayu Indrawan menerangkan bahwa alat yang dipergunakan menerapkan metode pemanasan, bukan pembakaran.

Sampah plastik nantinya akan dimasukkan ke dalam reaktor dan kemudian dipanaskan hingga 300 derajat untuk mengubahnya menjadi minyak mentah cair. Proses pemanasa terus dilanjutkan hingga berubah menjadi gas dan selanjutnya didinginkan ke suhu antara 80-100 derajat celcius.

“Hasilnya nanti akan menjadi bahan bakar cair yang kualitasnya setara dengan bensin atau solar,” sahut Bayu.

Pembangunan pabrik yang berkapasitas produksi 500 liter sehari itu baru mencapai 70%. Modal yang dibutuhkan untuk program tersebut mencapai Rp1 miliar yang dikumpulkan melalui donasi dari para donatur dan sponsor. Salah satunya dengan menggalang kerjasama dengan The Bodyshop Indonesia untuk membuka donasi kasir.

“Customer akan diajak berinfak melalui kasir. Program ini rencananya akan berakhir di bulan Agustus mendatang,” tukas GM Corporate Communication The Bodyshop Indonesia Rika Anggraini. (Dinny Mutiah)

sumber: metrotvnews.com

Seminar Nasional “Kreatif Teknologi untuk Lingkungan”

Seminar Nasional "Kreatif Teknologi untuk Lingkungan" merupakan salah satu rangkaian acara Inovasi Teknologi 2014 (ITEK 2014).

Pembicara:

  1. Dr. Eng. Bayu Indrawan, SE, ST, MT (Direktur Indonesia Center for Waste Management)
  2. Dr. Ir. Harie Herlambang (Kepala Balai Teknologi Lingkungan)
  • Hari & Tanggal : Minggu, 23 Maret 2014
  • Waktu : 09.00 WIB s.d. selesai
  • Tempat : Auditorium FTSP UII

 

Seminar: Smart and Sustainable City

Kota-kota di Indonesia tidak luput dari berbagai permasalahan lingkungan yang pelik. Mulai dari kemacetan, persoalan sampah, banjir, kemiskinan, sanitasi buruk, sulitnya mengakses air bersih, polusi udara hingga tingginya angka kriminalitas dan konflik sosial, menjadi persoalan yang mengancam keberlanjutan ekonomi dan sosial. Oleh karena itu mutlak diperlukan penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan untuk memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi kota-kota di Indonesia sehingga Kota menjadi tempat yang aman dan nyaman dihuni. Seminar  "Smart & Sustainable City" menawarkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan untuk menjawab permasalahan perkotaan di Indonesia.

Registrasi Online: http://goo.gl/RNjjJm

Kontak Kami

Center of Waste Management Indonesia
Waste Treatment Center - Giriloka 1 & 2
Giriloka 1, Blok L, BSD City, Tangerang Selatan
Banten, 15322, Indonesia
  • Telp.: +62-21-29505871 / +62-21-29168714

Subscribe

Silahkan masukan alamat email anda untuk selalu update berita, kegiatan dan aktifitas dari Center of Waste Management Indonesia

Jejaring Sosial