Latar Belakang

Kebersihan adalah bagian dari pada iman, merupakan nasehat yang sering kita dengar. Pemerintah sepakat  dengan nasehat ini, karena setiap tahun pemerintah memilih kota terbersih di Indonesia dan memberi penghargaan bagi yang terbaik. Bagaimana dengan kota yang dinyatakan sebagai kota terkotor?

Kehidupan masyarakat modern saat ini, memproduksi sampah lebih banyak dari masyarakat tradisional.  Kenyataan ini bisa kita lihat di kota-kota besar, sampah merupakan masalah yang tak kunjung selesai. Kita ambil contoh persampahan di Jabodetabek, jika diambil angka rata-rata produksi sampah perorang perhari sekitar 500 gram sampai 1500 gram, maka produksi sampah wilayah Jabodetabek berkisar 10000 ton sampai  15000 ton perhari dengan jumlah penduduk sekitar 20 juta orang, Jakarta saja  menghasilkan sampah sekitar 6500 ton perhari, kota Tangerang sekitar 1000 ton perhari.

Sekarang ini dengan kemajuan teknologi, cara pandang terhadap sampah perlu diubah. Sampah merupakan  sumber daya yang bisa dimanfaat, mempunyai nilai ekonomis yang penting, karena sampah bisa diolah antara lain menjadi bahan bakar, pupuk, pakan ternak, dan produk-produk lain yang bermanfaat.

Ada  beberapa  cara  yang  digunakan  dalam  pengolahan  sampah  seperti TPA (land-filling), pembakaran (incinerator), dan daur ulang (recycling). Di Indonesia umumnya dilakukan dengan membawa sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA), dan sebagian kecil di daur ulang. Untuk daerah yang masih banyak lahan, cara ini mungkin masih bisa diterima, tapi kota dengan lahan yang terbatas tentu akan sulit. Disamping itu, TPA sampah adalah salah satu penghasil gas methan yang menyumbang efek rumah kaca,  sumber penyakit, dan umumnya ditentang oleh masyarakat setempat. Dibanding dengan Eropa, cara  ini sudah dilarang mulai tahun 2008.

Kondisi tipikal tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia

Incenerator merupakan cara yang juga digunakan secara komersial dalam pengolahan sampah. Cara ini dapat mengolah sampah dalam volume yang besar, tapi masih menghadapi masalah lingkungan. Disamping itu investasi yang sangat besar, teknologi yang rumit, dengan nilai ekonomi yang minim, dan sangat dibatasi penggunaannya oleh negara maju.

Sekarang dan masa akan datang sampah masih menjadi masalah utama dan kompleks bagi pemerintah kota jika tidak dicarikan solusinya. Sebaliknya dengan manajemen yang baik dan penggunaan teknologi yang tepat guna, sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya. Namun demikian problematika sampah sebenarnya bukanlah menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak yaitu seluruh lapisan masyarakat, industri, maupun akademis. Dengan demikian yang melatarbelakangi dibentuknya Center of Waste Management Indonesia sebagai salah satu bentuk kontribusi serta upaya membangun pondasi dasar untuk perbaikan sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

Kontak Kami

Center of Waste Management Indonesia
Waste Treatment Center - Giriloka 1 & 2
Giriloka 1, Blok L, BSD City, Tangerang Selatan
Banten, 15322, Indonesia
  • Telp.: +62-21-29505871 / +62-21-29168714

Subscribe

Silahkan masukan alamat email anda untuk selalu update berita, kegiatan dan aktifitas dari Center of Waste Management Indonesia

Jejaring Sosial